3 Cara Muslim Mengisi Waktu

3 cara muslim mengisi waktu

Wahai sobat, ingatlah pesan dari Syeikh Abdullah bin Alawi Al-Hadad! Hendaknya Sobat muslim mengisi waktu dengan segala aktivitas ibadah hingga tak ada waktu sedikit pun, baik siang maupun malam, kecuali untuk mengabdi kepada Allah.

Dengan demikian tampalkah bagi sobat keberkahan waktu, memperoleh faedah umur dan senantiasa menghadapkan diri pada-Nya. Demikian pula sediakan waktu khusus untuk mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, minum dan mencari nafkah.

Tak akan lurus suatu permasalahan atau keadaan jika diiringi dengan kecerobohan dan tidak mungkin sempurna suatu pekerjaan yang diikuti dengan kelalaian.

Beginilah Cara Muslim Mengisi Waktu

1. Memiliki Wirid (bacan dzikir)

1.memiliki wirid (bacaan dzikir)

Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali berkata :

Hendaklah engkau membagi waktumu, mengatur wiridmu dan menetapkan waktumu dengan segala aktivitas yang tidak akan engkau langgar dan jangalah engkau terpengaruh dengan hal lain dalam masalah waktu ini. Barangsiapa menelantarkan dirinya dari aktivitas tanpa keteraturan waktu, bahkan beraktivitas seenak hatinya (seperti ketidakteraturannya binatang) maka akan banyak waktunya terbuang sia-sia. Ketahuilah, bahwa waktu itu adalah umurmu dan umur adalah modal untuk investasi (ibadahmu). Dengan umur itu pula engaku dapat memperoleh kenikmatan abadi di sisi Allah swt. setiap nafasmu bagaikan mutiara yang tak ternilai harganya, dan bila hilang, percuma, engakau tak mungkin mampu mengembalikannya.

Cara muslim mengisi waktu adalah seharusnya tidak menghabiskan waktu dengan satu jenis wirid, walaupun wirid yang paling utama. Karena hal itu dapat menghilangkan kesempatanmu dari keberkahan yang ada pada aneka ragam wirid, maka dari itu hendaknya engkau dapat menganekaragamkan satu wirid dengan wirid lain.

Karena setiap wirid mempunyai pengaruh dalam hati, cahaya, pertolongan dan derajat yang tinggi di sisi Allah. Berganti-ganti wirid dapat pula membebaskan dirimu dari rasa bosan, malas dan enggan.

Ibnu Athaillah asy-Syadzali berkata :

“Karena Allah tahu ada sifat bosan di dalam hatimu, maka Dia kemudian menganekaragamkan perbuatan taat untukmu.”

Ketahuilah, bahwa setiap wirid mempunyai pengaruh dalam menyinari hati dan menguasai hati dan menguasai anggota lahiriahnya. Namun pengaruh ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang selalu bersunggung-sungguh, mengulang-ulang dan tepat waktu dalam berwirid.

Apabila sobat tidak termasuk orang yang menghabiskan seluruh waktu malam dan siangnya untuk amal-amal baik, maka isilah sebagian waktu sobat dengan wirid, yang sobat amalkan secara rutin pada waktu-waktu tertentu, dan akan sobat ulangi jika terlewatkan, guna melatih jiwa supya tetap memeliharanya. Jika nafsu sobat merasa putus asa terhadap sobat sendiri karena sobat tidak membiarkan wirid-wirid sobat tertinggal begitu saja, tetapi sobat segera mengulanginya jika ada yang terlewatkan, maka akhirnya nafsu sobat pun akan patuh melakukannya pada waktu-waktunya.

Baca juga : Muhasabah dan Muraqabah

Cobalah sobat benar-benar perhatikan hal itu dengan baik agar waktu sobat tak sia-sia.

Sayyid Abdurrahman Assegaff berkata:

“Barangsiapa tidak punya wirid, maka ia adalah kera.”

2. Jujur dan Berlaku Adil

jujur dan belaku adil

Wahai sobat, hendaklah sobat jujur dan berlaku adil dalam segala hal. Dan kerjakan segala amal ibadah secara rutin, seperti yang disabdakan oleh Baginda Nabi saw. :

“Amalan yang paling dicintai Allah ialah amal yang dikerjakan secara rutin, walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

Beliau juga bersabda:

“Tunaikanlah amal-amal semampumu, karena sesungguhnya Allah tak pernah bosan kecuali engkau sendiri yang akan bosan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantar pekerjaan setan ialah mempengaruhi orang yang baru memulai tirakatnya, dengan memperbanyak ibadah hingga melampaui batas. Tujuan setan pada akhirnya supaya ia berbalik meninggalkan amal-amal baik, atau beramal dengan tuuan lain, dan setan tidak peduli mana yang akan ditimpakannya pada orang itu.

Baca Juga : 3 Cara Dahsyat Meningkatkan Keimanan

3. Melaksankan Salat Sunah

melaksanakan salat sunnah

Hendaknya sobat melaksanakan salat sunnah mutlak selain salat sunnah yang warid (dianjurkan dan ditekankan) oleh Nabi Muhammad saw. pada waktu dan jumlah rakaat yang bisa dibuat rutinitas. Salah seorang Ulama Salaf (terdahulu) r.a., dia selalu mengerjakan solat seribu rakaat sehari semalam seperti yang dilakukan oleh Imam Ali bin Husain r.a., ada juga yang mengerjakan lima ratus rakaat atau tiga ratus rakaat sehari semalam.

Tatacara Solat yang Benar

Solat mempunyai bentuk lahir dan hakikat batin. Solat tak akan berarti di sisi Allah hingga sempurna lahir dan hakikat batinnya.

  1. Bentuk lahiriah solat adalah rukun dan etika dzahirnya yang terdiri dari berdiri, membaca al-fatihah dan surat, ruku, sujud, tasbih dan lain sebagainya.
  2. Hakikat batiniahnya adalah hadirnya hati, niat yang ikhlas semata-mata karena Allah menuju hakikat tercapainya cita-cita karena Allah serta penyatuan hati dan pemusatan pikiran hanya tertuju pada solat itu sendiri.

Janganlah hatimu berbicara hal yang lain supaya sobat mampu melaksanakan etika bermunajat kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya orang yang solat sedang bermunajat kepada Tuhannya.”

Salat sunnah mutlak lebih baik dikerjakan setelah salat sunnah muqayyad (salat sunnah yang ditentukan waktunya) dengan jumlah rakaat yang paling sempurna, seperti jika ingin mengerjakan solat sunnah mutlak setelah solat qabliyah, kerjakan dulu jumlah rakaat qabliyah yang paling sempurna, jika bermaksud solat sunnah mutlak sesudah solat Dhuha, kerjakan dulu jumlah rakaat solat dhuha yang paling sempurna.

Beberapa Salat Sunnah yang bisa dibiasakan Sobat

Salat Witir

Hukumnya adalah sunnah muakkad bahkan sebagian ulama berpendapat wajib.

Jumlahm maksimal pada salat witir adalah 11 rakaat dan minimal 1 rakaat. Salat witir lebih utama dikerjakan pada akhir malam bagi yang sudah terbiasa dan ada kesanggupan untuk mengerjakannya.

Dan bagi mereka yang tidak terbiasa untuk mengerjakannya di akhir malam, maka sebaiknya mereka salat witir sesusah salat isya.

Salat Dhuha

Salat Dhuha itu mengandung banyak berkah dan manfaat. Maksimal dikerjakan delapan rakaat, atau dua belas rakaat, minimal dikerjakan dua rakaat.

Waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah saat menjelang siang dan sudah melewati seperempatnya (sekitar pukul 09.00)

Salat Awabin

Salat sunnah awabin adalah salat yang dikerjakan antara Magrib dan isya, dikerjakan maksimal dua puluh rakaat, dan biasanya dilakukan enam rakaat. Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa salat (sunnah) di antara magrib dan isya 2 rakaat, maka Allah mendirikan rumah di surga.”

Telah dijelaskan dalam beberapa hadis dan dan sunnah Rasulullah tentang keutamaan menghidupkan waktu antara magrib dan isya. Dalah hal ini, Ahmad bin Abi al-Hawariy bertanya pada gurunya Syeikh Abu Sulaiman rah. a:

“Wahai guru, mana yang lebih utama, puasa di siang hari atau menghidupkan waktu antara magrib dan isya dengan amal saleh?”

“Kerjakan kedua-duanya,” Jawab gurunya.

“Tetapi saya tak mampu mengerjakan keduanya. Karena, jika saya berpuasa, waktu magrib dan isya adalah saat sibut untuk berbuka.”

Kalau begitu tinggalkan puasa dan isilah waktu antara magrib dan isya dengan amal saleh.”

Salat Malam

Hendaklah sobat selalu solat sunnah di malam hari, karena sabda Rasulullah saw.:

“Salat yang paling utama sesudah salat fardu adalah salat sunnah di malam hari.”

Ketahuilah sobat, bahwa orang yang mengerjakan salat sesudah salat Isya berarti sudah mengerjakan salat malam. Sebagian Ulama Salaf mengerjakan salat di awal malam sebagai wiridnya, tetapi bangun sesudah tidur di malam hari itu berguna untuk membikin marah setan dan melatih jiwa. Di samping itu ada pula rahasia yang menakjubkan yaitu salat Tahajjud, yang diperintah Allah kepada Rasul-Nya.

Insyaa Allah di waktu yang lain akan dipaparkan lebih detail mengenai salat malam ini.

Sumber: Kitab Risalah Muawanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *